ShareThis

Sabtu, 30 Juli 2016

Click Click Click July 2016

Kamis, 28 Juli 2016

Review NIVEA Creme

Review NIVEA Creme:
• Sangat creamy dan agak lengket
• Butuh waktu untuk menyerap ke kulit dan agak sulit dibaurkan
• Apabila diaplisikan terlalu banyak, akan ada sisa putih-putih pada kulit karena krimnya nggak gampang menyerap
• Wanginya wangi seperti produk-produk Nivea pada umumnya
• Bisa digunakan pada wajah dan tubuh


Krimnya berwarna putih dan sangat creamy.

Tekstunya di tangan.

Saat krim ini digosok, krimnya sulit menyerap dan meninggalkan bercak putih seperti pada gambar. Butuh waktu pelan-pelan sampai semua krimnya membaur/ menyerap ke kulit.

Kesimpulan:
Pertama kali kita coba krim ini karena penasaran dengan krim yang multifungsi dan cocok untuk kulit kering dan pecah-pecah. Reviewnya juga banyak banget yang bilang bagus. Pertama kita coba di wajah. Krim ini susah banget dibaurkan dan lengket. Waktu kita aplikasikan, kita pakai malam hari, dan berharap saat dipakai semalaman ketika bangun tidur kulit jadi lembut dan lembab. Ternyata nggak, kulit wajah tetap nggak ada perubahan. Kita berpikir mungkin lebih baik dipakai secara rutin selama beberapa saat. Setelah rajin pakai selama satu minggu tetap kulit nggak ada perubahan. Jadi intinya krim ini memang melembabkan, tapi nggak memberikan perubahan pada kulit. Lembabnya cuma di permukaan kulit tapi nggak bisa me-repair/ merawat kulit sampai ke kedalaman. Sehingga seperti cuma tebal di wajah tapi nggak memperbaiki masalah kulit. 

Kemudian karena nggak ada perubahna apa-apa pada wajah, kita aplikasikan pada area kaki. Ai Ni pakai di area jempol kaki yang sangat kering dan pecah-pecah, sampai mengelupas. Apakah ada perubahan? Nggak ada. Sama sekali kulit kaki Ai Ni yang mengelupas dan perih itu nggak ada perubahan, padahal dipakainya rajin tiap hari. Saat diaplikasikan di area kaki, memang kulit langsung lembab saat krim ini diaplikasikan. Tapi setelah krim ini sudah hilang, kulit yang kering nggak jadi lembab atau halus. Tetap kasar, kering, dan pecah-pecah.

Entah kenapa krim ini nggak terlalu cocok buat kita, padahal reviewnya cukup bagus dan banyak dipakai orang-orang sebagai krim harian, tapi buat kita sendiri, krim ini cuma krim yang menempel di kulit tapi nggak membereskan masalah kulit. 

Kita mengambil kesimpulan bahwa krim yang super creamy dan bertekstur tebal bukan berarti cocok untuk semua kulit kering, karena krim yang teksturnya tebal, belum tentu bisa menyerap ke kulit dan memperbaiki masalah kulit kering.

Karena sisa krim ini cukup banyak, kita oles-oleskan saja sebagai body lotion biar krim ini cepet-cepet habis :P

Minggu, 24 Juli 2016

Personal 20: Yang kita pelajari setelah menulis 1000 post di blog

Okayyy, kita udah tulis 1015 post di blog ini selama hampir 6 tahun, wawww sama sekali nggak terasa. Nah kali ini kita akan tulis pengalaman yang kita pelajari setelah meng-publish 1000 post.


1. There is No Overnight Success
Banyaaak banget yang tanya gimana sih cara nulis blog biar rame dibaca orang. Salah satu temen kita terinspirasi buat nulis blog juga setelah kita bilang bahwa kita sering nulis blog, jadi mulailah dia menulis blog. Dia nulis sekitar 3 post blog dalam 2 minggu, kemudian dia bilang ke kita, nggak ada yang baca, males ah nulis lagi. Kemudian dia nggak nulis lagi, setelah beberapa bulan kemudian dia bilang dia delete blognya. Pengen punya blog yang ramai dibaca orang? Tulis terus, jangan nyerah, walaupun nggak ada yang baca tetep nulis, suatu hari pasti akan ada yang baca, dan siapa tahu suatu hari yang baca banyaaaak banget. Kita aja kaget waktu blog kita ternyata udah hampir 13 juta kali dikunjungi orang. Waktu kita mulai tahun 2010, sama sekali nggak mikir akan ada hari ini. Kita sering bilang, dulu waktu nulis blog setelah nulis hampir 6 bulan, paling blog kita cuma dikunjungin beberapa orang! Bukan ratusan orang, tapi cuma beberapa. Tapi karena kita suka, jadi kita tetep lanjutin nulis, dan juga kita dapet dukungan dari pembaca kita yang beberapa orang itu untuk tetep nulis (kita di sms-in buat tetep tekun nulis blog). Sejak itu nggak nyangka uda 6 tahun berlalu.

2. Akan ada waktunya kamu males nulis blog
Yes this is the real truth! Walaupun kita bilang kita hobby nulis blog, tapi setelah nulis bertahun-tahun, jenuh bisa banget terjadi. Hobi apa pun, pasti ada titik jenuhnya. Yang paling kita sering tahu adalah banyak orang yang pertama-tama hobi fotografi, biasanya setelah 2-3 tahun foto-foto, akhirnya udah bosen motret, dan kamera super mahalnya tinggal jadi pajangan. Kalau kamu berhenti di tahun ke-3 sayang banget karena kamu sebenernya udah ada dasar motret, kalau kamu tekun dan tahan di tahun ke-4, ke 5, dan seterusnya, kamu bisa jadi ahli!
Walaupun sejenuh-jenuhnya kita, kita tetap berusaha menulis minimal 2 post blog dalam seminggu (persistence is the key!). Kalau kamu juga nulis blog dan memang merasa jenuh parah banget, lebih baik ambil waktu 'istirahat' dari ngeblog, nanti setelah itu kamu bisa coba tulis lagi. Di bukunya Grit: The Power of Passion and Perseverance, yang membedakan seorang expert dan orang biasa adalah, bukan karena seorang expert/ ahli lebih berbakat atau bertalenta dari orang biasa, tapi karena mereka punya grit (baca: ketekunan, tahan uji, kemampuan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan) sehingga mereka bisa menjadi seorang ahli. Mungkin banyak yang berpikir waktu kita nulis blog, selalu gampang, asyik, dan santai. Di balik nulis blog, sebetulnya nggak gampang prosesnya, perlu mikirin ide, perlu foto, dan perlu waktu buat nulis. Blog bukan kerjaan full time kita, kita masih kerja seperti orang biasa pada umumnya, jadi blog seperti 'kerjaan tambahan' di waktu luang kita. Maka itu selain blog harus menjadi hobby perlu ketekunan juga.

3. Kadang bisa banyakkkk banget ide, kadang nggak ada ide mau nulis apa
Nah kalau begini, saat banyak ide, kita harus cepet-cepet nulis ide kita di buku catatan, kalau nggak beberapa hari kemudian bisa lupa. Ini penting banget! Ide ini juga berfungsi ketika kita lagi nggak mood nulis, atau ketika kita nggak ada waktu buat mikirin ide-ide baru karena terlalu sibuk.

4. If You Want Become an Expert At Something, Teach it to Someone Else
Kalimat ini bener banget, kalau kamu pengen jadi ahli, kamu harus ngajarin orang lain. Kalau kamu lihat blog kita, kebanyakan tetang beauty. Banyak yang mikir kita ini ahli kecantikan dan tahu semua tekhnik cara menjadi cantik yang paling mutakhir! LOL Padahal sama sekali nggak, kita sama sekali nggak ngerti tentang beauty waktu pertama kali nulis blog ini. Tapi saat kita menulis semua ilmu beauty kita yang pas-pasan di blog, kita jadi research sana-sini, dan setelah nulis 1000 post yang kebanyakan tentang beauty, kita jadi ngerti tentang 'beauty'. Maka itu kalau kamu pengen nulis sesuatu di blog tapi kamu merasa kamu belum mahir, tetep tulis aja. Suatu hari kamu akan jadi mahir. Pertama kali kita ngeblog, kita nggak tahu blog ini akan jadi blog yang membahas beauty, kita cuma nulis apa aja yang kita mau dan akhirnya 'jalan' dari blog ini jadi ke arah beauty.

5. JANGAN pernah ingin jadi orang lain
Ini pentingggg! Ketika seseorang nulis blog, biasanya dia pengen punya blog seperti blog yang dia suka. Misalanya kita suka blog X, kita pengen banget bisa nulis seperti dia, pengen punya foto seperti dia, pengen punya style seperti dia, pengen punya baju seperti dia, dll. Banyak yang mikir (termasuk kita) bahwa kalau kita jadi diri sendiri, siapa yang mau baca, coba kalau blog aku seperti blog X yang keren itu, pasti banyak yang baca. Perasaan ini NORMAL. Salah satu cara belajar adalah meng-copy dari orang lain. Seperti dulu kita belajar menulis huruf abjad waktu TK. Kita meng-copy dari guru kita. Tapi setelah bisa nulis, pasti tulisan kita nggak mungkin sama persis seperti guru kita. Tiap orang punya tulisan yang berbeda-beda. Jadi wajar banget kalau saat kamu pertama nulis blog kamu mengcopy sedikit beberapa ide dari orang lain. Yang nggak boleh (sangat dilarang) dilakukan adalah kamu pengen jadi seperti orang lain. Sindrom pengen jadi orang lain ini memang 'kuat' muncul di perasaan. Tapi setelah nulis 1000 post, kita baru tahu justru saat kita jadi diri sendiri, blog kita jadi lain dari yang lain (baca: unik dan nggak ada duanya). Karena itu kamu harus bangga nulis blog dengan jari diri sendiri tanpa perlu takut kalau jadi diri sendiri orang lain nggak suka. Malah sebaliknya dengan jadi diri sendiri, blog kamu makin keren.
Ada cerita lucu, udah agak lama kejadiannya. Kita blogwalking ke salah satu blog, waktu kita ke blog dia, kita merasa ya ampun blog ini keren banget, pengen banget punya blog kaya gitu. Terus waktu kita baca-baca blog tersebut, ternyata blog itu nyebut-nyebut blog kita, katanya dia pengen banget punya style seperti blog kita. LOLLL Lucu banget, ketika kita pengen jadi orang lain, malah orang lain pengen jadi kita.

6. Setelah nulis post ke 1000, bukan berarti menulis blog tambah gampang
Seorang penulis buku pernah bilang bahwa nulis buku pertama sama buku ke 10 sama susahnya, bahkan buku ke 10 lebih susah. Menulis itu adalah kerjaan kreatif, bukan pekerjaan yang monoton sehingga harus terus menerus punya pikiran dan ide baru. Sehingga buat kamu yang sekarang merasa nulis blog lumayan susah dan ribet, jangan menyangka setelah udah terbiasa nulis blog akan jadi lebih gampang. Setelah publish blog ke 1000 pun tetap ada tantangannya! Tapi itu yang bikin ngeblog jadi sesuatu pekerjaan yang seru dan nggak membosankan.

7. Jangan menyerah karena kritikan orang lain.
Salah satu yang bikin perasaan jadi nggak enak adalah setelah nulis dan buat post panjang lebar, bisa jadi ada komen yang nggak enak. Nah di saat itu, jangan biarkan kritikan orang yang kamu nggak kenal tersebut bikin semangat jadi luntur. Memang perasaan 'jadi down' setelah kamu nulis dengan segala usaha kemudian dikritik orang yang kadang nggak jelas, dengan kata-kata, 'ih nggak suka, ih jelek,dll' wajar banget bikin perasaan jadi nggak enak. Kita akui kritikan seperti itu ada aja, nggak banyak paling 1% dari pembaca blog. Tapi justru 1% kritikan nggak jelas itu yang biasanya buat orang fokus ke sana, dibanding pujian 99%.
Kita kan sering baca buku, ada buku yang menurut kita bagus banget, bukunya merubah hidup kita. Kita akan kasih buku itu rating 100 kalau bisa, padahal biasanya rating buku kan cuma sampai 5 :P. Tapi waktu kita lihat reviewnya ada orang yang kasih review parah banget, dan kata-katain tuh buku dengan kata-kata super pedes (walaupun kita bukan penulisnya aja tapi jadi kepedesan juga LOL). Waktu kita lihat tentu aja kita shock banget, karena buku tersebut merubah hidup kita. Buku itu super keren! Kita sangat terbantu dengan buku itu, tapi ada orang yang merasa buku itu nggak bagus. Maka itu waktu terima kritikan nggak enak, jangan diambil hati. Biarkan saja. Move on, dan nggak perlu dipikirin. Inget cerita review buku, saat kamu menulis mungkin kamu bisa merubah hidup orang lain, walaupun mungkin juga ada yang katain tulisan kamu jelek. Fokus ke orang yang kamu mau bantu!

Selama perjalanan menulis blog sampai saat ini, kita akui, menulis blog membawa ke tempat dimana kita yang sampai hari ini kita nggak pernah nyangka bisa ada sampai seperti ini. Sejak ngeblog, pikiran dan wawasan kita bertambah. Kita bertemu dengan orang-orang dan teman-teman yang mungkin nggak akan kita kenal kalau kita nggak nulis blog. Kita juga 'bertemu' para pembaca lewat komennya yang selalu mendukung, menghibur, dan mendorong di saat kita lagi down. Thank you so much!!! Kata-kata thank you ini bukan asal basa-basi aja, tapi beneran dari hati kita, kalian mungkin nggak tahu berapa banyak dukungan yang kalian berikan kepada kita selama ini sangat banyakkkk banget, kita nggak mungkin bisa ucapin dengan kata-kata. Tapi kita bener-bener berterima kasih sama kalian semua :')


Blog ini udah jadi bagian dari kehidupan kita sampai saat ini dan blog ini juga membentuk kita jadi pribadi yang baik. Buat kamu yang pengen nulis blog dan masih ragu, ayo coba nulis. Kamu akan mengalami banyak hal hebat dengan ngeblog! Buat yang udah bosen nulis blog padahal kamu dulu pernah ngeblog, coba mulai tulis lagi. Buat kamu yang suka baca blog, terima kasih udah baca blog kita. You really mean a lot to us!

We love you! XD

Minggu, 17 Juli 2016

Monday's Love Pick 139 : L.A.Girl Beauty Brick Eye shadow Collection Palettes Nudes

Pilihan minggu ini adalah eyeshadow yang akhir-akhir ini sering kita pakai, yaitu LA girl Eyeshadow Colletion warna Nudes.  LA girl Eyeshadow Colletion warna Nudes ini udah sering kita lihat reviewnya di internet, baik di Youtube maupun review-review di blog. Sebetulnya udah dari dulu ngiler sama produk ini, cuma karena masih banyak eyeshadow yang nongkrong di lemari, rasanya belum butuh sama eyeshadow baru. Tapi karena reviewnya bagus-bagus akhirnya kita luluh juga buat cobain produk ini >.< Setelah coba, untung produk ini bagus dan cocok buat warna kulit kita. Warna nude netral dengan tone warna rose. Cantik banget XD XD Karena kita sehari-hari memang biasanya pakai warna eyeshadow nude, makanya produk ini jadi kepake banget!!

Menurut kita  LA girl Eyeshadow Colletion warna Nudes cocok buat kamu yang baru belajar menggunakan eyeshadow, karena eyeshadownya punya warna-warna yang sangat natural untuk pemula sehingga waktu kamu pakai tidak akan terlihat menor atau berlebihan. Jadi nggak usah takut terlihat aneh saat kamu baru mulai belajar make up! Selain itu eyeshadownya nggak terlalu pigmentend banget. Bukan berarti eyeshadow ini nggak pigmented, tapi pigmentednya 'pas' buat kita. 
Buat kamu yang bingung apa tuh pigmented? Kalau kamu lihat review-review eyeshadow sering disebut eyehsadownya pigmented banget, itu artinya sekali kamu aplikasikan dengan kuas make up warnanya langsung 'keluar', jadi kamu nggak perlu berkali-kali mengaplikasikan eyeshadow ke area kelopak mata, karena dengan sekali aplikasi warnanya langsung keluar. Sebetulnya kalau eyeshadow yang 'sangat pigmented banget' banyak yang bilang bagus, tapi kita sejujurnya nggak terlalu suka yang sangat pigmented. Karena saat diaplikasi, hasilnya langsung super tebel di mata. Jadi kaya pakai kebanyakan. Kita punya eyeshadow super pigmented yang harganya jauuuh lebih mahal seperti itu, jadi jarang dipakai, kecuali kalau mau make up tebal seperti ke pesta. Tapi ini masalah selera, banyak yang suka eyeshadow yang creamy dan pigmented. Kita juga suka sebetulnya, asal jangan 'keterlaluan pigmentednya' karena kita pakai eyeshadow cuma untuk sehari-hari dan lebih suka yang natural hehe^^

Nah untuk yang LA girl Eyeshadow Colletion warna Nudes ini, pigmentednya pas buat kita, Sekali aplikasi udah lumayan keluar, kalau mau lebih tebal, paling harus diaplikasikan 2-3 kali. Tapi kita lebih suka seperti itu, lebih baik pakai sedikit-sedikit dulu, kalau kurang tebal baru tambah aplikasi lagi, daripada langsung tebal, kalau salah repot, musti di hapus pakai make up remover :P
Packaing dari LA girl Eyeshadow Colletion ini simple dan lumayan praktis karena ada cerminnya. Jadi bisa dipakai buat touch up kalau dibawa bepergian. Hanya saja yang kita nggak suka dari  LA girl Eyeshadow Colletion adalah kuasnya. Kuasnya susah banget dipakai untuk mengaplikasikan eyeshadow. Jadi kita pakai kuas biasa yang kita pakai dari Masami Shouko.
Warna eyeshadownya bener-bener cantik XD 

Warna eyeshadownya dari kiri ke kanan :D
Ai Ni pakai L.A.Girl Beauty Brick Eye shadow Collection Palettes Nudes di foto ini.

Hasilnya 'ringan' dan 'simple', cocok untuk make up harian kita. Maka itu kita jadi suka pakai produk ini untuk sehari-hari hehe :P Tahan lama juga, dipakai sekitar 6-7 jam masih awet.

Kesimpulan:
• Cocok banget untuk pemula yang baru belajar make up, harganya terjangkau dan warnanya juga gampang diaplikasikan tanpa takut terlihat tebal/ menor.
• Nggak gampang smudge dan nggak gampang berantakan saat diaplikasikan. Maka itu kita bilang bahwa eyeshadow ini cocok untuk pemula karena nggak gampang smudge saat dipakai di area mata.
• Warna shimmernya juga pas dan nggak berjatuhan saat diaplikasikan. Buat kita sendiri, semakin bertambahnya umur, kita udah jarang pakai eyeshadow yang terlalu shimmer atau banyak glitternya karena rasanya udah nggak cocok LOL. Dan buat kamu yang udah punya kerutan di area mata (mungkin sekitar umur 40 tahun ke atas), hindari eyeshadow yang banyak shimmernya. Karena shimmer eyeshadow bikin kerutan di mata jadi terlihat 100kali lebih berkerut :P
Pernah ada Ibu-Ibu yang kita lihat di acara pesta, Ibu-Ibu tersebut sebetulnya cukup cantik, tapi karena pakai eyeshadow shimmer di seluruh kelopak matanya dan di arena brow bone (tulang alis), Ibu-Ibu yang berumur sekitar 40 tahun itu terlihat lebih tua dari umur sebenarnya, karena setiap kerutan jadi terlihat jelas karena eyeshadow shimmer tersebut. Tips ini kita baca dari salah satu buku tentang make up, udah lupa judulnya, tapi betul banget apa yang diajarin di buku itu. Maka itu kalau Mama kita minta kita make up-in, kita selalu pakai eyeshadow seperti L.A. Girl Beauty Brick Eye shadow Collection Palettes Nudes ini, karena bikin beliau lebih anggun tanpa terlihat menor dengan make up. 

Beli di sini

Sabtu, 16 Juli 2016

Photography Exercises 26: Arah Cahaya Dalam Fotografi Portrait

Kali ini kita akan ngebahas cahaya dalam fotografi, sebetulnya udah pernah dibahas dalam post ini, hanya saja, latihan kali ini akan menggunakan satu lokasi tapi dengan hasil 3 cahaya yang berbeda, sehingga walaupun kamu foto di tempat yang kecil atau sempit, kamu masih bisa menerapkan prinsip ini. Latihan ini sangattttt gampang, tapi karena dulu kita nggak ada yang ngajarin, maka itu kita sama sekali nggak ngerti, ternyata hanya dari satu lokasi bisa menghasilkan 3 efek cahaya yang berbeda sehingga hasil foto jadi jauh lebih keren! Maka itu di latihan foto kali ini yuk, kita coba praktek sama-sama XD

Untuk latihan ini kamu bisa gunakan tripod, atau kalau nggak punya tripod, kamu bisa gunakan bangku, meja, atau minta bantuan teman. 

Exercise To do :
1. Cahaya dari depan (front light)
Cahaya dari depan adalah cahaya yang ada di depan kamu. Yup sesimple itu. Dengan cahaya dari depan kamu akan dapetin efek foto yang halus dan cantik. Kulit kamu akan terlihat putih, rata, dan halus. Kenapa? Karena cahaya dari depan cahayanya satu arah, jadi nggak bikin ada bayangan sama sekali pada wajah. Buat kamu yang suka foto cantik, boleh banget gunakan cahaya dari depan.
Bisa dilihat di sini, kulit Eve terlihat putih halus merata, karena cahaya dari depan sangat merata. Penting perlu diperhatikan, kalau kamu foto di rumah, saat menggunakan cahaya dari depan jendela, matikan lampu di rumah. Lampu di rumah yang ada di atas langit-langit akan membuat cahaya dari depan jadi terganggu. Kenapa? Karena cahaya dari atas akan membuat bayangan jatuh ke bawah, hasilnya adalah kantung mata akan terlihat hitam akibat bayangan dari lampu di atas langit-langit rumah. Kecuali kalau kamu memang pengen bikin efek punya kantung mata yang super hitam. Tapi cewek mana yang pengen kantung matanya terlihat lebih hitam LOL. Pokoknya matikan lampu di atas langit-langit, kantung hitam pada mata nggak akan terlihat gelap banget!
Kelebihan foto dengan menggunakan cahaya dari depan:
• Cocok untuk mendapatkan warna kulit yang merata dan halus, jadi kalau kamu punya masalah kulit jerawatan, nggak rata, pori-pori besar, kita rekomendasikan gunakan cahaya dari depan
• Simple dan nggak rumit
 •Semua orang yang foto dengan cahaya dari depan pasti akan mendapatkan hasil foto yang cerah dan bersih (baca: semua orang bisa dapetin foto yang OK dengan cahaya dari depan)
Kekurangan foto dengan menggunakan cahaya dari depan:
• Membosankan, karena foto dengan cahaya dari depan nggak ada terang gelapnya (baca: nggak ada bayangannya) maka itu, fotonya simple dan nggak terlalu 'dalam'.

2. Cahaya dari samping (side light)
Posisikan cahaya di sampingmu (boleh di kanan, boleh di kiri). Cahaya dari samping memberikan kedalaman pada foto sehingga foto jadi terlihat '3D' dan hidup.
Lihat pada foto cahaya dari samping ini, hasilnya ada bayangan di sebelah kiri Eve, dan sebelah kanan Eve lebih terang. Dengan begitu foto ini lebih ada kedalaman. 
Kalau kamu mau model dalam fotografi cahaya samping ini punya posisi sedang menengok. Pastikan si model menengok ke arah cahaya. Di sini Eve menengok ke arah jendela (kanan), sehingga hasilnya foto jadi lebih hidup. Kalau Eve menengok ke arah kiri, maka foto di bawah ini akan terlihat lebih 'kusam'.
Kelebihan foto dengan menggunakan cahaya dari samping:
• Membuat foto ada 'kedalaman' dan unik.
• Foto dari samping apabila sumber cahayanya terlalu kuat (harsh light) akan jadi split lighting. Foto split lighting ini akan keren untuk foto pria sehingga pria terlihat lebih keren, macho dan misterius.
Kekurangan foto dengan menggunakan cahaya dari samping:
• Kalau wajahmu punya pori-pori besar, kerut, dll. Cahaya dari samping akan membuat semua pori-pori, dan kerut terlihat lebih menonjol dibandingkan dengan cahaya dari depan (No. 1). 

3. Cahaya dari belakang (back light)
Pada fotografi back light, posisikan cahaya di belakang model. Hasil dari foto dengan cahaya di belakang model ini adalah foto yang dreamy.
Foto cahaya yang muncul dari belakang ini seolah membungkus seluruh tubuh Eve dengan cahaya sehingga hasilnya lebih dreamy.
Foto back light bukan sesuatu yang gampang seperti foto latihan No 1 dan 2. Perlu sedikit latihan, karena kalau 'salah foto', back light ini akan membuat model menjadi siluet. Agar model nggak jadi siluet kamu harus bisa setting kameramu (iso tinggi/ shutter speed rendah/ diafragma besar). Selain itu foto di bawah ini bisa berhasil karena di depan Eve adalah tembok putih. Apabila di depan Eve adalah tembok hitam, Eve pasti akan jadi siluet. 
Kelebihan foto dengan menggunakan cahaya dari belakang:
• Hasil dreamy
• Karena foto ini agak sedikit rumit tekniknya dibanding foto dengan cahaya dari depan maka itu nggak semua orang bisa menghasilkan foto dengan cahaya dari belakang ini, sehingga foto mu akan menjadi unik menarik, dan lebih keren.
Kekurangan foto dengan menggunakan cahaya dari belakang:
• Kamu harus bisa mengerti setting kameramu, agar foto tidak menjadi siluet. 
• Butuh sedikit latihan.

Jangan lupa baca juga Photography Exercises bulan lalu : tips dalam posing :)
______________________________________

Di post khusus Photography Exercises ini kita share sebagai catatan pribadi kita sekaligus latihan dari apa yang kita pelajari selama ngeblog tentang fotografi dari buku/ internet/ teman/ dll. Post ini akan kita buat di tiap akhir bulan.

Selasa, 12 Juli 2016

Review : O-lens BaviPhat 3 Color Pink from Pink Icon

Beberapa minggu belakangan ini kita sibuk banget karena kita harus pindah rumah. Yang lain liburan, kita sibuk ngangkat-ngangkat barang LOL :P. Kontrakan di rumah lama udah habis, jadi sekarang kita pindah ke tempat yang baru. Maka itu belakangan ini blog dan social media lebih jarang diupdate. Karena kalau udah nggak sempet, sama skali udah nggak keburu ngeblog lagi. Ngeblog bukan sesuatu yang bisa cepet-cepet dilakuin, kadang dari foto sampai nulis tentang sebuah post bisa sampai 1 harian, kalau buat tutorial bisa 2-3 hari (>.<). Maka itu sekarang kita jarang bikin tutorial. Buat yang nungguin tutorial mohon maklum ya :P

Ok kali ini kita akan mereview produk yang dikirim dari Pink Icon, yaitu O-lens BaviPhat 3 Color Pink. Ini softlens pertama kita yang warnanya pink. Dari dulu pengen banget cobain softlens warna pink, tapi nggak berani dan nggak pede takut terlihat seperti alien LOL, tapi setelah nongkrongin website Pink Icon lebih dari 30 menit, akhirnya kita coba pilih warna pink, karena dilihat dari contoh gambarnya pinknya nggak ngejreng. Maka itu akhirnya kita coba pilih softlens ini.

Review O-lens BaviPhat 3 Color Pink:
• Tipis dan nyaman dipakai sampai sekitar 5-6 jam
• Walaupun warnanya pink tapi nggak terlihat terlalu jelas warna pinknya
• Pembesaran bola matanya sedang, tidak terlalu besar
• Design simple dan tidak terlalu berlebihan
• Softlensnya cocok untuk sehari-hari dan terlihat natural saat dipakai

Description:
O-Lens BaviPhat Pink
Brand:O-Lens
Unit:1 pair 2 bottles
D.I.A: 14.50mm
COLORED D.I.A: 14.00mm
B.C: 8.6mm
Water Content: 38%
Package: 1 pair 2 bottles
Duration: Half Years  (6 months)
Origin: Korea
Color: Pink

Produk ini dikirim dari Hong Kong, tapi cepet banget nyampenya, sekitar kurang dari 2 minggu udah sampai ke rumah, kita sampai kaget waktu softlens ini sampai, karena kita pikir bisa sampai ke Indonesia sekitar 1 bulan, tapi ternyata cepet banget^^

Kamu bisa follow social media Pink Icon di sini:

Produk dari Pink Icon, dibungkus dengan amplop tebal dan di bubble wrap sehingga aman dan tidak rusak.

Ini dia O-lens BaviPhat 3 Color Pink yang kita tunggu-tunggu akhirnya sampai lebih cepat dari yang kita bayangkan. Packagingnya lucu banget XD

Saat dikirim paket dari Pink Icon, kita juga terima brosur tentang softlens. Waktu lihat brosurnya, rasanya pengen semua softlens yang ada di dalam brosur hehe :D

Before dan after:

Kesimpulan:
Waktu Ai Ni pakai softlens O-lens BaviPhat 3 Color Pink ini, Eve dan Mama sama sekali nggak sadar bahwa softlens yang dipakai warna pink. Kalau sampai Mama ketahuan pasti Mama nggak terlalu suka, tapi setelah bilang kalau ini warna pink, Mama sama sekali nggak nyangka, dan Mama bilang nggak kelihatan pink. Memang softlens ini dipakainya kelihatan seperti pink ungu agak cokelat. Kalau dilihat benar-benar baru kelihatan pink, tapi kalau dilihat sekilas nggak akan kelihatan warna pinknya. Apalagi kalau di dalam ruangan, warna pinknya nggak jelas.
Softlens ini super nyaman dan tipis juga. Buat yang suka softlens tipis pasti cocok dengan softlens ini. Hasilnya saat dipakai nggak terlalu punya efek dolly look, tapi lebih punya efek dreamy dan simple.

Kalau kamu pengen beli sofltens ini, kamu nggak usah khawatir mahal di ongkos kirim karena FREE worldwide shipping for all circle lenses. Asyik banget kan!


Selain itu asyiknya lagi www.en.pinkicon.com punya promo bulanan, buat kamu yang pengen lihat-lihat langsung aja dicek ke bagian promonya di website Pink Icon :D


Jangan lupa cek produk-produk lain dari Pink Icon ^^ Ada sofltens bulanan dan harian juga, cocok buat mata kamu yang lebih sensitif :) Produk softlens yang dijual Pink Icon, jarang bisa kita temuin di olshop Indonesia, sehingga buat kamu yang pengen cobain softlens yang unik dan nggak pasaran, kamu bisa beli di Pink Icon!



Kamu bisa beli O-lens BaviPhat 3 Color Pink ini di sini XD
Happy Shopping!